RAPID TEST OH RAPID TEST (PART 2)




TANTANGAN 2

RUMBEL MENULIS

KOMUNITAS IP SAMKABAR

 

Rapid test oh rapid test (part 1)

 

Sabtu, 27 Juni 2020

    Pagi hari anak-anak beraktivitas seperti biasa, mereka bangun dan sholat subuh. Kemudian menonton tv. Aa kyo memasak sarapan pagi adik-adiknya karena sabtu adalah "noodles time" . Ga lama suami juga mengantarkan sarapan dan vitamin. Lalu terdengar juga suara mesin cuci, rupanya suami mencucikan baju yang sudah terkumpul di mesin cuci.

        Siangnya anak-anak dan suami makan siang bersama. Mereka nge grill, dari kamar saja sudah kecium bau belly beef yang di marinate dengan korean bulgogi sauce. Lalu tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar. Ternyata Aa kyo mengantarkan semangkok nasi yg isinya sayur dan belly beef. Sambil makan saya sambil nangis. Biasanya saya yang menyiapkan keperluan nge grill. Tapi kali ini mereka menyiapkan sendiri.

      Di malam hari ketika makan malam telah tiba suami membelikan  sate ayam. Seperti biasa, aa kyo yang mengantarkan makanan dan mengambil kembali piring. Tapi cuma di depan pintu kamar. Kami tetap menjaga jarak. Aa kyo lalu bilang " Bunda kalau mau makan atau minum atau cemilan lain panggil aa aja nanti aa ambilkan" lalu aku pun tersenyum getir. Sambil berkata pada diri sendiri " Jangan nangis jangan nangis".

      Lalu menjelang tidur iyaz membuka sedikit pintu sambil berkata "semoga bunda lekas sembuh ya" dalam hati pengen bilang (bunda ga sakit nak ga mau sakit, memang harus begini dulu sampai benar-benar aman).

 

Minggu, 28 juni 2020

        Aku sudah mulai berdamai dengan keadaan dan sudah tidak menangis diam-diam lagi. Pagi harinya dianterin sarapan oleh aa kyo. Lalu makan siang sama aa kyo. Cemilan juga dianter aa kyo. Anggep aja me time lalu nonton drakor sepuasnya. Semoga hari senin lancar dan mendapat hasil yang bagus.


Senin, 29 juni 2020

         Dari pagi saya sudah gelisah. Badan terasa ga nyaman. Dari pagi udah bolak balik toilet sampe 4x. Mungkin keadaan psikis yang membuat saya begini.

       Jam 2 siang kami sudah sampai di kantor suami. Para pegawai yang lain juga suda mulai berkumpul. Lalu saya mengambil tabung sample. Sambil memegang tabung itu saya masuk ruang test dan tidak terasa meneteskan air mata. Ngeri menghadapi proses swab test dan ngeri juga menerima hasilnya nanti.

      Ternyata begitu proses swab test sama seperti video yang pernah saya lihat. Saya ditanya apakah mau diambil lewat tenggorokan atau hidung. Awalnya dimasukkan alat ke dalam mulut. Tapi saya seperti mau muntah (maaf). Akhirnya lewat lubang hidung. Alat test dimasukkan sampai ujung entah berapa dalam. Berasa dimasukin cotton buds. Nah di lubang hidung sebelah kirinya agak tipis alatnya. Tidak setebal waktu ngetest lubang hidung yang kanan. Alhamdulillah dilalui dengan lancar walau ada drama ingin kabur rasanya.

       Lalu kami pulang ke rumah. Dan setelah hampir 1 jam dari test itu masih terasa seperti ada yang mengobok-ngobok hidung. Semoga hasilnya bagus. Aku dan keluarga bebas dari covid 19.

 

Selasa, 30 Juni 2020

        Tengah malam badan ku merasa menggigil. Suhu badan panas. Seharian sudah bolak balik toilet 8 kali. Untung suami cepat-cepat menghampiri dan memijit sambil mengoleskan minyak kayu putih. Setelah merasa nyaman aku kembali tidur.

       Pagi harinya alhamdulillah sudah berkeringat dan suhu tubuhnya sudah stabil. Suami menghampiriku di kamar depan lalu memegang dahi dan menanyakan keadaanku. Sumpah itu keadaan “tersweet” selama dimana beberapa hari ini karena kami benar-benar social dan physical distancing. Jangan nunggu cerita yang lain karena pagi itu cuma begitu saja. Memegang dahi dan menanyakan keadaan ku.

      Karena merasa sudah enakan badanku jadi langsung mandi pagi. Lalu sarapan. Seperti biasa di handle suami. Nah pagi sampai siang suami ada urusan ke kantor. Aku paling kuatir sama hana karena belum bisa mandiri ke wc. Alhamdulillah ada aa kyo yang menemani dan membantu hana. Masyaallah anak-anak sangat kooperatif. Apalagi aa kyo, selalu siaga bila adik-adiknya meminta cemilan. Ah semoga aku sehat-sehat saja. Ternyata memang ga enak jauh dari anak-anak. Walau masih 1 rumah aku ga bisa mencium dan memeluk anak-anak. Ternyata Aku masih harus menunggu 5 hari lagi untuk mengetahui hasil swab test nya.

 

#tantangan2day2

#30harisemangatmenulis

#30harifreewriting

#30haribercerita

#rumbelmenulisipsamkabar

#komunitasipsamkabar

#bundahanamenulis

#febriliciouswriting


Komentar

Postingan populer dari blog ini

ZONA 2 MELATIH KEMANDIRIAN ANAK

Aliran Rasa Tahap Telur

DAY #2 ZONA 1 KOMUNIKASI PRODUKTIF