KYOSHI DAN SPEECH DELAY




TANTANGAN 2 HARI KE-12
RUMBEL MENULIS
IP SAMKABAR

Kyoshi dan Speech Delay

 Gangguan terlambat berbicara atau dalam bahasa inggris dikenal dengan speech delay adalah kondisi ketika seorang anak mendapatkan suatu kesulitan dalam hal mengekspresikan perasaan atau keinginannya pada orang lain. Hal ini tampak pada kesulitannya dalam berbicara secara jelas, terhambatnya pola komunikasi dengan orang lain, berbeda dengan anak seusianya, disebabkan kurangnya penguasaan kosakata. (Wikipedia)
          Aku mau berbagi  pengalaman tentang speech delay ini. Dulu waktu duduk di bangku Taman kanak-kanak, Kyo hanya bisa menyebutkan hanya beberapa kata  yaitu kipas angin, AC, ayah, bunda, ibu guru, adik dan Tv.
      Mulanya Aku merasa biasa-biasa saja. Tapi suatu hari ada seseorang yang menanyakan kenapa Kyoshi hanya bisa bilang Ac dan kipas angin? Aku pun tersenyum sambil berkata, "mungkin belum waktunya. Nanti juga cerewet sendiri. Aku menjawab sambil menguatkan diri. Padahal Aku juga kuatir.
          Aku berpikir keras. Mengapa diumur yang sekarang Ia belum banyak bicara, terus komunikasi juga belum dua arah. Selain itu dia masih suka tiba-tiba
Tantrum. Padahal menurut literasi yang kubaca pada usia 4 tahun Perkembangan bicara dan bahasa seorang anak adalah sebagai berikut :
Memahami 1.500-2.000 kosa kata
Memahami kata jika, karena atau siapa
Menggunakan 4-5 kata dalam satu kalimat
Mulai menggunakan struktur bahasa yang rapi
Memberikan artikulasi yang lebih jelas
Mampu mengikuti perintah 2-3 langkah
Dari penjelasan tersebut harusnya kosa kata kyoshi sudah seribuan lebih. Akan tetapi ia cenderung banyak diam dan banyak bergerak kesana kemari.
        Lalu kusadari ternyata salah satu faktor yang membuat Kyo speech delay yaitu aku sendiri. Dari lahirnya kyo sampai Kyo punya adik, Aku bekerja di ranah publik. Perhatian yang kuberikan ku rasa hanya sebatas penggugur kewajiban. Aku jarang mengajaknya berbicara. Karena fokus kepada adiknya dan pekerjaan lainnya. Sedangkan suamiku sering keluar kota dan jarang membersamai kami. Selain itu Kyo juga sering menonton televisi. Thomas and friends itu adalah kartun favoritnya.
    Sampai akhirnya kami pindah kota dan akhirnya Aku mengundurkan diri dari pekerjaanku. Di kota yang baru kami tempati itulah masa-masa Aku membersamai anak-anak selama 24 jam sehari. Saat itulah Aku mulai fokus memperhatikan anak-anakku.
         Karena sadar akan keadaan Kyo. Aku pun lebih sering mengajaknya mengobrol dan mengajaknya bermain bersama adiknya. Kadang Aku juga membacakan buku yaitu Thomas and friend kadang kami juga menonton bersama. Lalu ku ajak Kyo menceritakan kembali isi film yang kami tonton. Kadang juga Aku mendongeng dan mengajak Kyo bernyanyi bersama. Yang paling penting adalah Aku mengajarkan kata-kata kepada Kyo dengan pengucapan yang jelas. Misal makan menyebut dengan makan bukan dengan kata mamam. Menyebut minum dengan kata minum bukan dengan kata mimik.
         Entah kami yang terlalu optimis atau memang karena kami tinggal jauh dari keluarga sehingga tidak ada yang menyarankan kami ke dokter. Kami yakin, anak kami bisa berbicara tapi memang belum waktunya saja.
       Setelah beberapa bulan bersekolah. Kami mulai mendengar beberapa kosa kata baru dari kyoshi. Selain itu Ia juga sudah bisa membacakan doa sehari-hari dan bisa membaca surat-surat pendek. Ia juga sudah mau berinteraksi dengan teman-teman sebayanya.
        Setiap hari sepulang sekolah, Aku mengajak kyo bersama-sama untuk membaca doa-doa dan surat-surat pendek. Yang penting kuncinya sabar. Sabar dalam menemani anak bermain dan belajar.
        Kyo melewati masa Taman Kanak-kanak dengan lancar. Tiap pulang sekolah selalu saja ada yang Ia ceritakan. Selain bercerita kepada bunda, Ia pun suka bercerita kepada ayah. Kyo tidak terlalu suka menyanyi tapi Ia paling suka membaca doa-doa. Bunda bahagia dengan perkembangan Kyo.
        Sekarang kyo sudah kelas 5 SD. Sekarang sudah cerewet dan pandai berkata-kata. Selain suka berbahasa Indonesia, kyo menyukai Bahasa Arab. Kyo ingin belajar Bahasa Arab di pesantren nanti sesudah lulus SD.



Sumber : https://m.detik.com/health/ibu-dan-anak/d-1606438/mengecek-kemampuan-bicara-anak-sesuai-usia

#tantangan2day11
#30harisemangatmenulis
#30harifreewriting
#30haribercerita
#rumbelmenulisipsamkabar
#komunitasipsamkabar
#bundahanamenulis
#febriliciouswriting





Komentar

Postingan populer dari blog ini

ZONA 2 MELATIH KEMANDIRIAN ANAK

Aliran Rasa Tahap Telur

DAY #2 ZONA 1 KOMUNIKASI PRODUKTIF