JODOHKU ADALAH SAHABATKU
TANTANGAN
HARI KEENAM
RUMBEL
MENULIS
KOMUNITAS
IP SAMKABAR
Jodohku
adalah sahabatku
Cerita tentang jodoh ini memang selalu
menarik untuk dibahas. Bagaimana kami bertemu, kapan kami bertemu dan dimana
kami bertemu. Itu semua merupakan pengalaman pencarian jodoh yang tak aku
sangka-sangka. Setiap insan pada dasarnya mempunyai jodoh masing-masing. Bahkan
di dalam Al-Quran surat Ar-Ruum ayat 21. Allah SWT berfirman : “ Dan diantara kekuasaanNya
ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu
cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih
dan saying. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat
tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.”
Berdasarkan ayat tersebut sudah
menjadi sunatullah Bahwa Allah menciptakan semua makhluknya berpasang-pasangan
dan semua makhluk pasti ada jodohnya. Tergantung ikhtiar dari manusia itu
sendiri dan dari takdir Allah SWT. Karena setiap takdir adalah mutlak rahasia
Allah dan kita sebagai manusia harus tetap berikhtiar.
Menurut Sarah Ryan seorang pakar
asmara, Menemuka pasangan hidup adalah tentang berada dalam suatu hubungan
dimana kita tumbuh Bersama, belajar Bersama dan membangun kehidupan Bersama. Sungguh
indahnya apabila kita mendapatkan jodoh yang sesuai dengan doa dan harapan
kita.
Perjalanan kisah menemukan jodohku
berawal dari bulan desember akhir tahun 2003. Ketika itu Aku masih duduk di
semester 5 di suatu Universitas Negeri di Sumatera Selatan. Kala itu Aku dan 2
orang kakak tingkat merupakan utusan dari Himpunan Mahasiswa Jurusan datang ke
acara Organisasi Nasional. Kebetulan yang mengadakan adalah salah satu Universitas
Negeri Islam di Jakarta. Saat itu kegiatan diadakan di mess Ragunan. Pertama
kalinya Aku bertemu dan berkenalan dengannya di acara tersebut. Kami saling
bertukar kancing almamater, Sebagai anak daerah, Aku merasa bangga mempunyai
teman dari kampus lain. Apalagi kampus tersebut adalah kampus negeri yang
terkenal di Jatinangor, Jawa Barat. Lalu kami saling bertukar nomor telepon. Tapi
bukan Cuma dia yang kumintai nomor telepon. Semua teman yang berada disana pun saling
bertukar nomor telepon. Setelah 2 hari acara disana. Kami pun pulang ke daerah
masing-masing.
Nomor telepon itu sempat terlupakan. Akan
tetapi di awal tahun 2004 bulan februari. Dari Jurusanku mengadakan field trip
ke Bandung. Tentu saja kami mengunjungi kampus temanku itu, sebut saja Namanya Surya.
Se sampainya di Bandung Kami bertemu lagi. Tapi kami hanya bertemu sekilas,
tidak sempat mengobrol. Karena kegiatan kami di Bandung lumayan padat dan temanku
itu menjadi “tour guide” selama kami berada di Bandung. Setelah 3 hari di
Bandung kami pun pulang.
Pada tahun yang sama di bulan Mei,
kami bertemu lagi di acara Mukernas suatu Organisasi Mahasiswa Nasional . Kegiatannya
bertempat di Pengalengan. Bertemu dengan dia di dalam satu tahun yang sama selama
2 kali tidak lantas membuat Aku geer. Maklum ketika itu Aku sedang ditaksir
salah satu temanku di kampus tapi berbeda fakultas. Ketika bertemu dia
berbincang seperti biasa. Lalu bercerita dia senang naksir teman sekelasnya di
kampus. Kami pun semacam jadi teman curhat.
Tahun 2005 kembali ada acara di Bogor.
Kebetulan penyelenggaranya adalah salah satu Kampus Pertanian di Bogor. Kami pun
bertemu kembali. Ketika bertemu dan berkumpul dengan teman-teman lainnya juga rasanya
tidak ada yang spesial. Sekedar ngobrol tentang kampus masing-masing dan
tentang Proposal penelitian karena kami sudah berada di akhir tahun kuliah.
Setelah pulang dari Bogor, Surya jadi
lebih sering mengirim SMS dan kadang menelepon. Kadang juga janjian chatting di
MIRC. (haha ketauan kan anak tahun berapa yang kenal sama mirc) lalu di tahun
yang sama. Adikku diterima di kampus Telekomunikasi yang ada di Bandung. Mama
yang ketika itu bingung karena belum pernah ke Bandung akhirnya menanyakan
pendapatku. Akhirnya aku ingat. Aku bilang ke mama kalau Aku punya teman di
Bandung yang bisa dimintai tolong. Akhirnya mama menelepon Surya dan janjian di
Terminal Leuwi Panjang. Singkat cerita mereka bertemu di Terminal lalu Surya
langsung mengantar mama dan adikku ke kampus yang berada di daerah Dayeuh
kolot. Seharian mereka berada di kampus karena adikku juga seakalian di test
untuk masuk asrama.
Setelah berada di kampus seharian. Mama
diajak main ke rumah orang tua Surya. Kata mama, mama diterima dengan hangat
dan ramah. Mereke juga bertukar nomor telepon rumah dan nomor hp. Mama dan orang
tua Surya sering bertukar kabar lewat telepon. Tak jarang juga kami menerima
oleh-oleh Bandung dari orang tua Surya. Pun mama mengirim empek-empek buatan
mama.
Bulan Maret tahun 2006 akhirnya Aku
wisuda. Lumayan terlambat 3 bulan dari target sebelumnya. Karena dulu selain
mengerjakan skripsi, Aku juga bekerja sebagai ticketing di sebuah Tour and
Travel di Palembang. Beberapa hari sebelum wisuda, Surya meneleponku dan
memberitahukan bahwa dia akan datang ke wisuda ku. Aku pun mentertawakannya. Berani
banget dia mau datang. Karena sudah ada seseorang yang akan menemaniku wisuda. Seseorang
yang special pada saat itu. Tapi Surya bersikukuh akan datang dan dia datang
karena mama yang mengundangnya. Dia dianggap sebagai keluargaku, kata mama.
Surya pun benar-benar datang ke
rumahku, dia disambut hangat oleh mama dan nenekku. Sedang aku merasa sebal. karena
aku sudah punya rencana dengan seseorang itu. Selama acara wisuda berlangsung. Surya
menjadi fotografer kami sekeluarga. Dalam hatiku ketawa jahat “ haha rasain
disuruh-suruh” gagal deh Aku bertemu dengan si Dia. Keesokan harinya Mama juga
menyuruhku untuk mengajak Surya jalan-jalan melihat Jembatan Ampera. Diam-diam
kutelepon si dia dan kami pun bertemu. Kami berjalan bertiga dari tepi Sungai
Musi sampai ke salah satu Plaza tua di tengah kota Palembang. Kami juga makan
soto bertiga. Surya dan si dia sama-sama mengeluarkan dompet. Lucu kalau ingat
saat itu. Semacam adegan di drama korea.
Setelah tamat kuliah itu Aku bermaksud
mengadu nasib di kota lain. Kota yang Aku tuju adalah Bekasi karena tanteku
tinggal disana. Di Bekasi Aku mendapat pekerjaan sebagai guru di salah satu
sekolah swasta. Si dia masih berada di Palembang karena belum lulus kuliah. Surya
mengetahui Aku pindah ke Bekasi. Dia semakin rajin SMS dan memberitahukan bahwa
sejak lulus kuliah, sudah hilang perasaannya terhadap teman sekelasnya. Lalu dia
cerita ada seseorang yang Dia sukai.
Suatu hari di bulan juni tahun 2007. Saya
mendapatkan telepon dari Bapaknya Surya. Beliau memberitahukan kalau Surya
berhasil lulus PNS pusat. Waktu itu Aku juga merasakan senang. Bangga dong
karena sahabatku bisa lulus PNS dengan hasil kerja kerasnya sendiri. Keesokan harinya
mama juga meneleponku, beliau memberitahukan bahkan mengultimatum bahwa Aku
harus memutuskan hubungan dengan si Dia dan menikah dengan Surya.
Akhir bulan Juni, Aku diajak bicara oleh
tanteku. Aku disuruh pulang ke Palembang karena Surya akan melamarku. Antara terkejut
dan tidak begitu senang sih. Karena Aku belum memutuskan hubungan dengan si
Dia. Tapi kupikir lagi, kapan lagi ada yang mau melamar. Umurku saat itu sudah
24 tahun. Akhirnya aku pasrah (tapi bahagia, haha) dan pulang ke Palembang. Ternyata
Surya melakukan gerakan bawah tanah, Ia langsung melamarku ke mama dan nenekku.
Bulan Juli 2007 datang lah Surya Bersama
kedua orang tuanya. Mereka langsung melamar dan menetapkan tanggal pernikahan. Padahal
itu kali pertama orang tuanya datang ke rumah orang tuaku. Jarak antara
Palembang dan Bandung membuat mereka selama ini hanya berhubungan via telepon. Lalu
ditetapkan lah akad nikah setelah lebaran haji 2007 di bulan desember.
Dalam jangka waktu 6 bulan itu
disiapkan lah pernikahan. Karena Aku masih bekerja di Bekasi. Aku diberi tugas
oleh mama untuk mengurus souvenir dan surat undangan. Sedangkan masalah teknis
di Palembang disiapkan mama dan adikku.
Akhirnya saat itu tiba. Tanggal 23 Desember
2007 kami sah sebagai suami istri. Mengingat perjalanan kami yang lucu itu
menjadi kenangan indah yang tidak pernah kulupakan. Setelah akad Surya berkata,
Aku akhirnya menemukan alasan untuk melupakan seseorang di masa lalu. Aku menemukan
alasan untuk memulai sesuatu yang baru. Dan alasanku adalah kamu. So sweet kan
kata-katanya. Dan membuat aku melayang. Belakangan Aku tahu bahwa itu adalah
kutipan lirik dari lagu Hoobastank yang judulnya “reason”.
Alhamdulillah Aku bertemu jodohku. Ia tak
lain adalah sahabatku. Ah memang antara pria dan wanita tidak mungkin bersahabat.
Tapi aku bahagia karena akhirnya Surya
memilihku. Pernikahan kami sekarang menjelang 13 tahun bersama dan diberi 2
anak laki-laki dan 1 anak perempuan. Semoga
pernikahan kami diberikan limpahan keberkahan oleh Allah SWT.
Salam
manis penuh cinta,
Febrilicious
#tantangan1day6
#temajodoh
#onedayonewrite
#rumbelmenulisipsamkabar
#komunitasipsamkabar



Komentar
Posting Komentar