Bahagia Menjadi Ibu Rumah Tangga
TANTANGAN
HARI KELIMA
RUMBEL
MENULIS
KOMUNITAS
IP SAMKABAR
Bahagia menjadi Ibu Rumah
Tangga
Sudah hampir 13 tahun
ini aku menjadi Ibu rumah tangga. Meskipun
diawal-awal pernikahan belum menjadi full IRT. Aku berusaha menjadi ibu yang
baik. Karena aku tahu di dalam Islam. Derajat ibu lebih tinggi dibandingkan
bapak. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim
disebutkan : Abu Hurairah menceritakan nahwa seorang lelaki datang dan menemui Rasulullah
SAW dan bertanya :” Ya, Rasulullah, siapakah orang yang harus saya layani
sebaik-baiknya?” Rasulullah SAW menjawab, “ Ibumu.” Dia
bertanya lagi,” Siapa lagi, ya Rasulullah?” Rasulullah SAW menjawab, “ Ibumu.” Dia
bertanya lagi,” Siapa lagi, ya Rasulullah?” Rasulullah SAW menjawab, “ Ibumu.”
Dia pun bertanya lagi, “Kemudian siapa lagi?’ Rasulullah SAW menjawab:”Bapakmu.”
Sempat menjadi Ibu yang bekerja di ranah
public sekaligus menjadi Ibu rumah tangga membuatku merasa capek sekali. Karena
suami sering bepergian keluar kota dalam waktu yang cukup lama. Membuatku
bingung siapa yang harus menjaga anak ketika harus bekerja?. Kami sempat
memiliki asisten rumah tangga. Akan tetapi hanya bertahan sebulan. Ada saja alasannya,
ada yang rindu kampung halaman, ada juga yang berhenti karena mendapatkan gaji
yang lebih besar dari yang kami berikan.
Akhirnya pada tahun 2012 akhir, keluarlah
surat mutasi dari kantor suami. Kami harus pindah ke kota lain. Otomatis Aku mengundurkan
diri dari pekerjaanku. Ada perasaan sedih karena dulu bagiku seorang sarjana
itu harus berbagi ilmunya, harus bekerja agar bertemu banyak orang dan agar dapat
mengaktualisasikan dirinya. Tapi akhirnya semua pemikiranku yang salah itu
diluruskan oleh suami. Menjadi ibu rumah tangga adalah jihadnya wanita. Rasulullah
bersabda : “ Barangsiapa di antara kalian yang tinggal di rumahnya maka
dia mendapatkan pahala mujahid di jalan Allah.” (Lihat Tafsir Al Qur’an Al
‘Adzim surat Al Ahzab 33). Dari penjelasan suami aku berusaha ridho dan
berdamai dengan keadaan. Karena kami berada jauh dari keluarga dan tidak ada
tempat untuk menitipkan anak-anak bila aku kembali bekerja.
Setelah resmi menjadi ibu rumah tangga. Aku baru tahu bahwa
menjadi istri dan ibu itu asyik. Aku dapat belajar banyak hal dan mendapatkan
banyak hikmah. Diantaranya saat melayani suami, anak-anak, membereskan rumah,
saat bermain Bersama anak,saat memasak, dan menyiapkan makanan untuk anak dan
suami adalah hal yang mebuatku Bahagia.agar aku tidak bosan di rumah saja. Sejak
menjadi ibu rumah tangga Aku mulai belajar memasak jenis masakan yang berbeda,
bahkan Aku juga belajar membuat cake dan kue-kue untuk cemilan keluarga. Pernah
juga aku jualan kue kering ketika lebran idul fitri.
Supaya aku tidak bosan di rumah saja. Suamiku mengizinkan aku
untuk ikut pengajian mingguan sesama perantau. Di pengajian itu kami membawa
anak-anak, lalu makan bersama bahkan ada juga kegiatan masak dan membuat kue bersama-sama.
Saling curhat masalah anak-anak dan sharing pertumbuhan anak juga tak jarang
kami lakukan. Duh kangen kalian ibu-ibu solcanter (solehah, cantik, pinter) 😊
Selain ikut dibolehkan ikut kajian, suamiku juga
membolehkan aku untuk merawat diri ke salon. Kadang juga Aku mengikuti seminar
parenting dan kegiatan cooking class. Jadi walau pun menjadi full ibu rumah
tangga. Aku diperbolehkan suami untuk berkegiatan di luar rumah. Hal itu yang
membuatku Bahagia. Selain itu mungin ada beberapa hal lagi yang bisa aku sharing
agar menjadi ibu rumah tangga yang Bahagia.
1. 1. Memperhatikan
diri sendiri
Ini maksudnya ialah sebagai ibu rumah tangga, kita memperhatikan keadaan ruhiyah dan jasadiyah kita. Memperhatikan ibadah wajib dan amalan-amalan sunnah sebagai seorang wanita. Ikut kajian atau ikut taklim rutin salah satu hal yang juga bisa dilakukan. Selain itu rajin merawat diri dan makan makanan yang halalan toyyiban juga salah satu yang bisa dilakukan agar kita selalu bahagia. selain itu mempunyai waktu sendiri alias "me time" adalah salah satu hal yang dapat membuat bahagia, misalnya nonton drama korea, rutin melakukan perawatan wajah atau tubuh, makan makanan kesukaan, dll.
2.
Jangan
Mengatur Standar Terlalu Tinggi
3. Bersyukur
Nah point bersyukur ini adalah yang paling penting agar Aku bahagia. Semua anggota diberkan kesehatan, suami punya rezeki yang cukup untuk kamisehari-hari bahkan bisa berbagi, bisa beribadah, bisa ikut berkomunitas dan bergaul dengan teman-teman. Alhamdulillah hal ini membuatku bersyukur dan akhirnya mendatangkan kebagiaan bagi diriku.
Demikian lah sharing ku menjadi Ibu
rumah Tangga yang bahagia. Karena kebahagiaan itu kita yang sendiri yang
ciptakan dan kebahagiaan itu ada dalam diri kita masing-masing. Maka berbahagialah
selalu para Ibu.
Salam bahagia,
Febri seorang Ibu Rumah Tangga
#tantangan2day5
#temaibubahagia
#onedayonewrite
#rumbelmenulisipsamkabar
#komunitasipsamkabar



Komentar
Posting Komentar